Wahai Kau yang Menutup Wajah

Kau tidak malu, pada kenyataannya
Ini hanyalah sesuatu yang dapat kau manfaatkan
untuk berlindung

Di antara orang-orang yang kau anggap mengganggu
Kau berdusta
“Mereka bukan bagian dariku”

Kau mengira dalam benak
Mereka mengatakan hal yang sama
“Dia bukan bagian dari kita”

Enyahlah!

Menjauhlah!

Tapi, sayang
Itu sama sekali bukan kenyataan
Buka penutup wajahmu
Jangan kau kenakan kembali
Buang jauh-jauh agar tak kembali

Perhatikanlah warna-warna yang ada
Berkeliling di sekitarmu

Merah, jingga, kuning, hijau
Maka kau lihat keindahan
Biru, nila, ungu
Maka kau lihat kenyataan

Warnamu bukanlah hitam
Warnamu bukanlah putih
Tapi yang kau kira selama ini adalah hitam dan putih

Merah dan biru dapat menjadi ungu
Kuning dan biru dapat menjadi hijau
Merah dan kuning dapat menjadi jingga
Hanya satu tanya: mengapa kau tak bisa?

Padahal kau bisa mencipta warna tersebut
Tapi kau enggan menciptanya
Masih ada waktu