Kala kamar menanti hadirku
Untuk menyelesaikan urusan esokku
Dan ku dipangku olehnya
Meja kayu, terbuai dalam ayunannya
Tujuh tahun seperti tujuh hari
Yang berlalu dan terlewat demikian
Hanya mengaso di tempat sembari
Membuka mulut, tanpa sebab
Kini kamar telah menanti jauh di sana
Tak ada istilah perdeo, maka haruskan
Diganjar, suatu saat nanti
Harus ku yakini, ku yakin
Yakiniku
Yakini aku
Ku yakin aku
Yakin
